Kamis, 08 Agustus 2019

Produsen Tahu Tempe Bandungan Binaan LP2M UNNES Makin Berkembang Dengan Mesin Rebus Teknologi Tinggi


MBP-NEWS Kabupaten Semarang, Kehadiran LP2M UNNES di UMKM Produsen Tahu Tempe khususnya di wilayah Bandungan Kabupaten Semarang benar- benar membawa perubahan dan perkembangan usaha micro kecil.

Dari bentuk usaha rumah tangga hingga menjadi citra industri tahu tempe ini bisa dilihat di Bandungan tepatnya di dusun Karanglo desa Kenteng dan dusun Tlogosari desa Banyukuning hingga kini berkembang karena diolah dengan mesin ketel perebus buatan LP2M UNNES yang lebih efesien waktu, bahan bakar, polusi dan tidak sangit.

MBP News sempat saksikan cara mengolah dan kualitas mesin ketel perebus tahu tempe di dua lokasi produsen tahu tempe bermerk "LS" dan "ASLI" yang sudah memiliki ijin industri PIRT oleh Sunyoto selaku ketua LP3M UNNES dan Danang Dwi Saputro sebagai tim pelaksana program Diseminasi Teknologi, menjelaskan kelebihan mesin ketel buatannya yang dijamin aman, efesien dan tidak menimbulkan polusi hitam akibat pembakaran secara manual. Dimana polusi pembakaran kayu tanpa mesin masih menempel dinding sekitar ruang dapur tempat untuk merebus tahu tempe.


Demikian pula Pengrajin Tempe Tahu Turni Lestari Karanglo Kenteng Bandungan juga menambahkan hasil  olahannya saat tidak memakai mesin ketel proses perebusan memakan waktu 3 jam sekarang dengan mesin ketel cukup setengah jam saja dan bisa disambi aktivitas lainnya.

Dua jenis makanan yang dulu harus dimasak dengan sayur sekarang bisa berupa makanan siap saji yang dikenal dengan nama tempe keripik dan tahu bakso yang dapat dijumpai dimana- mana khususnya areal wisata Bandungan Kabupaten Semarang
Sayangnya, produsen tahu tempe ini rata-rata belum memahami managemen usaha hingga tidak bisa memperkirakan hasil keuntungan yang diperoleh setiap harinya karena tidak pernah dan tidak sempat membukukannya.

Pada hari Rabu (7/8/2019) MBP News mendampingi Tim LP2M UNNES yang dipimpin Sunyoto telah menyampaikan hasil uji laboratorium untuk Produsen Tahu Bandungan "ASLI" dan Produsen Tahu Tempe "LS" yang dilanjutkan perjalanannya lakukan survai ke desa Sidomakmur Kaliwungu Selatan Kabupaten Kendal yang sedang diperjuangkan untuk mendapatkan bantuan mesin giling jagung karena petani disitu saat ini untuk mengupas jagung harus keluarkan uang jasa sewa mesin penggiling jagung sempat menjadi perhatian dan keprihatinan seorang kepala desa setempat.(MBP-Anto)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komjen Listyo Sigit Alumni Yang Peduli Guru Dengan Sekolahnya

Bhayangkara Perdana News Bali, JAKARTA --Wakil Kepala Humas SMAN 8 Yogyakarta Nunik Sri Ritasari mengungkap, sosok calon Kapolri Komjen List...