Selasa, 15 Desember 2020

Polresta Banyumas Tangkap Residivis Pelaku Curat Pembobol Rice Mill

Bhayangkara Perdana News Banyumas, Unit Opsnal Sat Reskrim Polresta Banyumas Polda Jawa Tengah telah berhasil ungkap kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang terjadi di beberapa rice mill yang ada di wilayah Kabupaten Banyumas, Sabtu (12/12). 

Kapolresta Banyumas Kombes Pol Whisnu Caraka, S.I.K., melalui Kasat Reskrim AKP Berry, S.T., S.I.K., mengatakan bahwa pihaknya berhasil menangkap BJ (41) yang merupakan residivis kasus pencurian dengan pemberatan warga Sokaraja dan juga RUS (42) warga Losari Brebes pelaku curat di gudang rice mill yang berada di desa Susukan Kecamatan Sumbang, Desa Cikawung Kecamatan Pekuncen dan dua rice mill di Desa Bantar Kecamatan Jatilawang. Berdasarkan keterangan pelaku, aksi juga dilakukan di wilayah Pemalang, Wonosobo, Purbalingga dan Banjarnegara. 

"Pelaku merusak gembok pintu rice mill dengan menggunakan kunci roda, lalu kedua pelaku mengambil beras dan gabah kemasan 50 kilogram milik korbannya kemudian diangkut dengan menggunakan mobil pick up milik pelaku untuk diubah kemasan menjadi 25 kilogram. Setelah itu dijual ke masyarakat atau warung sembako dengan harga normal", ucapnya. 

Dari tangan BJ dan RUS diamankan pula barang bukti berupa 53 karung beras kemasan 50 kilogram beraneka merk, 2 karung gabah kemasan 50 kilogram berbagai merk, 20 karung kosong kemasan 50 kilogram berbagai merk bekas beras, 2 kunci roda, 1 timbangan beras dan 1 unit mobil pick up Grand Max. 

"Saat ini pelaku dan barang bukti kami amankan di Mapolresta Banyumas guna penyidikan lebih lanjut. Keduanya dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman pidana paling lama tujuh tahun penjara", tutupnya. (MBP-DJOKO W)

Senin, 14 Desember 2020

Polda Jateng Laksanakan Swab Evaluasi Pada 16.000 Personil Pengamanan Pilkada Yang Kembali

Bhayangkara Perdana News Semarang - Polda Jateng laksanakan Swab evaluasi terhadap 16.000 personil setelah 3 hari melaksanakan pengamanan Pilkada Serentak di 21 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah. Jumat (11/12/2020).

Dalam pelaksanaan Pilkada Serentak di Jateng berlangsung lancar, aman, tertib adapun Protokol Kesehatan diterapkan di seluruh TP, Hal ini diungkapkan Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna saat menghadiri Apel Konsolidasi dan Pemeriksaan Keadaan Personil BKO Pilkada Serentak Di Wilayah Jateng yang bertempat di Lapangan Mapolda Jateng pada Jumat Pagi (11/12).

Kabidhumas yang sempat mendampingi Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmas Luthfi saat melaksanakan pengecekan TPS di wilayah Grobogan dan beberapa wilayah lain, mengatakan pelaksanaan Pilkada sudah sesuai Protokol Kesehatan dan para pemilih sangat tertib dalam melaksanakan pemilihan.

"Yang kami lihat tidak ada penumpukan pemilih karena pemilih datang tepat waktu dan sudah ditentukan jam per jam, menit per menit dan detik per detik, artinya tidak ada ketemu temen-temen yang lain." terang Kabidhumas.

Kabidhumas melanjutnya, personil pengamanan Pilkada saat berangkat dalam keadaan sehat jadi pihaknya memastikan para personil pulang dalam keadaan sehat sehingga Polda Jateng melaksanakan Swab evaluasi.

"Makanya hari ini seluruh personil baik di Polda maupun di Polres-Polres dilaksanakan Swab lagi."kata Kabidhumas.

Meski proses Pilkada Serentak yang telah sampai pada  tahap perhitungan suara dan pengumunan hasil pemenang Pilkada, sampai dengan saat ini belum ditemukan adanya pesta atau perayaan-perayaan kemenangan dalam bentuk apapun.

"Sebelumnya memang para Kapolres sudah membuat inisiatif dengan para Paslon agar saat pengumuman kemenangan tak ada euforia dari masing-masing pendukung." kata Kabidhumas, Jumat (11/12).

Namun Polda Jateng telah menyiapkan Tim Urai Massa apabila nanti terdapat kerumunan-kerumunan untuk memeriahkan kemenangan Pilkada maka akan di bubarkan tanpa pandang bulu.

"Kita sudah Warning dari jauh-jauh hari sebelumnya." tutup Kabidhumas, Jumat (11/12). (MBP-DJOKO W)

Polisi Ajak Rizieq Tunaikan Salat Maghrib Berjamaah

 

Bhayangkara Perdana News JAKARTA - Rizieq Shihab dan polisi dari Polda Metro Jaya menunaikan Salat Maghrib berjamaah disela-sela berlangsungnya pemeriksaan kasus dugaan pelanggaran kekarantinaan kesehatan.  

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan, penyidik dari Polda Metro Jaya memperlakukan humanis kepada Rizieq dan kuasa hukumnya. Salah satunya adalah dengan Polisi mengajak Rizieq untuk menunaikan ibadah Salat Maghrib berjamaah. 

Hal itu terwujud dari digelarnya Salat Maghrib berjamaah yang dimana Rizieq menjadi imam salat serta penyidik Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama kuasa hukum menjadi makmum.

"Penyidik mengajak MRS untuk Salat Maghrib dan menjadi imam dengan makmum pengacara serta penyidik Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro," kata Argo dalam keteranganya, Jakarta, Sabtu (12/12/2020).

Selain humanis, Argo menekankan, penyidik juga menerapkan protokol kesehatan penanganan virus corona atau Covid-19 dengan ekstra ketat. 

"Dengan mengedepankan protokol kesehatan, saat jeda pemeriksaan MRS juga terlihat makan siang bersama pengacaranya," ucap Argo.

Rizieq Shihab sendiri menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelanggaran kekarantinaan kesehatan terkait acara di Petamburan, Jakarta Pusat. 

"Sebelumnyakan Polda Metro Jaya tidak melakukan pemanggilan dan kita akan tangkap ya. Karena dia takut ditangkap, dia menyerahkan diri, jadi ini bukanlah pemanggilan," ujar Kombes Yusri Yunus terpisah. 

Saat ini, Rizieq masih menjalani pemeriksaan penyidik Polda Metro Jaya. Terkait penahanan, polisi menyebut merupakan kewenangan penyidik sepenuhnya.(MBP-DJOKO W)

Kapolda Jateng Serahkan Tali Asih dan Santunan Jasa Raharja Untuk Anggota Polri Korban Laka Kalijambe Sragen

Bhayangkara Perdana News Sragen - Kapolda Jateng Irjen Pol Drs Ahmad Lutfi memberikan perhatian langsung pada peristiwa kecelakaan yang dialami dua anggota Polri dari Polsek Kalijambe, di Kalijambe Sragen pada Minggu (13/12) malam.

Kapolda Jateng didampingi kepala perwakilan jasa Raharja Surakarta, Eko Bagus Harja Kusuma, bergerak cepat menyerahkan santunan langsung pada ahli waris, untuk korban Aipda Samsul Hadi (57) warga Perum Gemolong, Sragen dan Bripka Slamet Mulyono (45) warga Solo.

“Yang tabah nggih, beliau sudah Khusnul Khotimah. Kalau ada yang penting jangan ragu hubungi Kapolresta Surakarta atau Kapolres Sragen,” ungkap Kapolda pada istri korban, di rumah duka di Gemolong dan Solo, Senin (14/12).

Penyerahan santunan pada keluarga korban yang menjadi ahli waris, kurang dari 24 jam, setelah kejadian. Hal ini sudah menjadi komitmen, khusus nya dari PT Jasa Raharja.

“Masing-masing ahli waris menerima santunan sebesar Rp 50 juta. Prosesnya kurang dari sehari, sudah menjadi komitmen dari Jasa Raharja untuk bergerak cepat memberikan hak keluarga korban,” ungkap Eko Bagus Harja Kusuma usai memberikan santunan, Senin (14/12).

Sedianya ada tiga korban dalam kecelakaan yang terjadi di perlintasan rel KA tanpa pintu di Dukuh Siboto, RT 011, Desa Kalimacan, Kecamatan Kalijambe, Sragen, Jateng.

Dua korban Aipda Samsul dan Bripka Slamet sudah ditemukan, sedangkan  Pelda Eka Budi (50) warga Dukuh/Desa Krikilan, RT 08, Kalijambe, Sragen, yang bertugas di Koramil Kalijambe, sampai saat ini belum ditemukan.

“Untuk korban ketiga, Kami masih menunggu kepastian dulu,” imbuhnya.

Diketahui kecelakaan antara KA Brantas Jurusan Pasar Senen-Blitar dengan Mobil Patroli Polsek Kali Jambe, terjadi pada Minggu (13/12) sekira pukul 23.00 wib.

Didalam mobil patroli ada tiga penumpang, dua anggota Polsek Kali Jambe dan satu anggota Koramil Kalijambe, mereka sedang melaksanakan patroli rutin gabungan.

Hingga terjadi kecelakaan maut tersebut. Yang tragisnya, mobil patroli tertabrak kereta api dan terseret hingga 200 meter, berhenti tepat di jembatan kali Cemoro.

Proses pencarian korban Pelda Eka sampai saat ini masih terus dilakukan, dengan menyisir sungai.(MBP-DJOKO W)

Kamis, 10 Desember 2020

Kata Komisi III DPR : FPI Jangan Sebar klaim Berita, bila Bohong Dapat dipidanakan

Bhayangkara Perdana News Jakarta - Polisi menyebut orang yang menyebarkan informasi soal laskar khusus FPI pengawal Habib Rizieq yang menyerang polisi di Tol Jakarta-Cikampek tidak bersenjata api bisa dipidana karena dianggap menyebarkan berita bohong. Komisi III DPR angkat bicara terkait hal ini.

Menurut pimpinan Komisi III DPR, FPI tak bisa asal membuat klaim. Ia meminta FPI membuktikan klaimnya.

"FPI memang tidak bisa asal klaim dan membela diri di depan publik. Apabila mereka punya bukti jelas, silakan bicara. Tapi, bila tidak ada, jangan menyebarkan kesimpangsiuran di masyarakat," ujar Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni kepada detikcom, Rabu (9/12/2020).

Ia mengaku perbedaan versi polisi dengan FPI terkait penembakan 6 pengikut Habib Rizieq hingga tewas masih simpang siur. Elite Partai NasDem ini menyebut hal-hal yang membuat kesimpangsiuran fakta harus 'ditertibkan'.

"Saya setuju bila hal ini harus ditertibkan karena bisa menyebabkan kesalahpahaman besar di publik," kata Bendahara Umum NasDem ini.

Ia berharap masyarakat selalu objektif dan melakukan pengecekan atas sebuah informasi yang diterima sehingga tidak mengkonsumsi berita bohong alias hoax.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus pun menanggapi klaim FPI yang menyebutkan anggotanya tidak dilengkapi senjata. Yusri mengingatkan, tiap keterangan yang tidak sesuai dengan fakta dan disebarluaskan dari peristiwa tersebut, bisa dijerat dengan ancaman pidana.

"Kalau memang ada pernyataan seperti itu (laskar khusus FPI tidak bersenpi), jangan menyebarkan berita bohong. Itu bisa dipidanakan," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (8/12).

Menurut Yusri, pihaknya telah mengantongi sejumlah bukti terkait kepemilikan senjata api dari para anggota FPI tersebut. Untuk itu, dia meminta masyarakat menahan diri dalam menyebarkan berita-berita yang tidak jelas kebenarannya terkait peristiwa tersebut.

Yusri menambahkan, pihaknya telah mengamankan barang bukti peluru kaliber 9 milimeter dalam kejadian itu. Polisi juga akan melakukan pra rekonstruksi terkait kejadian tersebut.

"(Peluru) 9 mm. Masih uji balistik makanya kan perkembangan kasus masih kita dalami tiap alat bukti. Nanti kita gelarkan prarekonstruksi dan rekonstruksi. Pada saatnya akan kita sampaikan," ungkap Yusri. (MBP-DJOKO W).

Selasa, 08 Desember 2020

Kapolda Jateng Laksanakan Pengecekan TPS di wilayah hukum Polres Grobogan

Bhayangkara Perdana News Grobogan - Hari ini Masyarakat Jawa Tengah melaksanakan Pilkada Serentak yang diselenggarakan di 21 Kabupaten/Kota, para pemilih akan melaksanakan Pilkada dengan Protokol Kesehatan ketat seperti yang sudah di siapkan sebelumnya. Untuk memastikan Pilkada berjalan dengan aman dan nyaman bagi masyarakat, Kapolda Jateng laksanakan Asistensi Pengamanan Pilkada serentak se-Jawa Tengah di wilayah hukum Polres Grobogan. Rabu (9/12/2020).

Tak sendiri, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi ditemani oleh Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna. Saat mengecek langsung pelaksaaan Pilkada, Kapolda menyampaikan bahwa netralitas adalah prinsip utama yang dijunjung Polda Jawa Tengah.

Kapolda melanjutkan, pihaknya tidak ingin ada klaster baru pada pelaksaaan Pilkada di Jawa Tengah, untuk itu kita lakukan cek pada seluruh anggota Polri dan semuanya sehat.

"Kita sudah lakukan Swab Anti Gen, semuanya menggunakan APD lengkap bahkan tak hanya anggota saja, termasuk masyarakat panitia dan pengawas semua menggunakan APD." ungkap Kapolda, Rabu (9/12).

Langkah tersebut diambil untuk meyakinkan pada masyarakat bahwa semua anggota dalam keadaan sehat dan bebas covid setelah sebelumnya dilakukan swab massal untuk personil pengamanan Pemilu Serentak. Selain itu pengamanan TPS oleh anggota juga bersinergi dengan PAM lainnya.

Untuk mencegah penyebaran klaster baru Polda Jateng memsatikan Prokes 3M di setiap TPS berjalan dengan baik diantaranya telah  disiapkan cek suhu serta jadwal peserta diatur per menit sehingga tidak terjadi penumpukan orang. sampai dengan saat ini sudah  60 % warga mencoblos di TPS dan situasi sangat aman.

Khusus Grobogan, Polda Jawa Tengah telah berkoordinasi dengan KPU setempat, bahwa masyarakat yang terkena Covid tetap dlayani hak pilihnya.

"Petugas KPPS akan datang dengan ditunjuk pendamping saksi dan ditunjuk wali oleh masyarakat yang sakit dengan menggunakan protokol kesehatan, tempat kita hampir 250 orang, ini merupakan bentuk partisipasi masyarakat yang hak pilihnya di lindungi." terang Kapolda, Rabu (9/12).

Untuk daerah rawan, Kapolda menjelaskan ada 3 daerah rawan bencana di Jawa Tengah yaitu Klaten dengan bencana merapi dengan 4 TPS di satu desa, yang kedua di Boyolali ada 9 TPS di 3 Desa dan 1 Kecamatan

"Kita sudah koordinasi dengan BPBD berikut pengawas dan panitia tetap kita jamin hak pilih di desa rawan bencana dan di tempat pengungsian dan itu sudah tidak ada masalah semuanya." ungkap Kapolda.(MBP-Djoko W)

Meski Tak Ada Gejolak Serius, Personil Polda Jateng Tetap Disiagakan Antisipasi Terorisme Pada Pilkada Serentak di Kota Semarang

Bhayangkara Perdana News Semarang - Dalam rangka mencegah radikalisme ISIS pada Pilkada Serentak 2020 Di Tengah Pandemi Covid -19 di Jawa Tengah, Polda Jawa Tengah gelar dialog interaktif di radio Sonora bersama Ketua FKPT Jateng Prof Samsul Maarif dan Ketua KPU Semarang Hendri Casandra Gultom. Senin (7/12/2020) siang.

Kapolri telah memerintahkan jajaranya untuk selalui waspada terhadap diri sendiri, mako dan fasilitas umum guna mengantisipasi apabila terjadi ancaman.

Meski di tengah pandemi covid-19 gerakan ISIS semakin nyata dalam melakukan aktifitas amaliyah, seperti beberapa waktu lalu kejadian pembantaian yang dilakukan ISIS di Sigi, Sulawesi Tengah terhadap 4 orang. Kondisi ini menjadi warning bagi siapapun untuk senantiasa menjaga apa yang ada di lingkunganya.

"Makanya kita semuanya harus melakukan medikasi  bersama tentang paham radikal yang telah menyapa di seluruh elemen masyarakat dengan cara kesiapsiagaan. Semua harus memantau, memberi bimbingan, edukasi kepada tetangga, teman ataupun masyarakat." ungkap Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Jawa Tengah, Professor Doktor Syamsul Ma’arif melalui sambungan telepon.

Polda Jawa Tengah mengatakan saat ini Kota Semarang dalam keadaan aman, meski begitu personil telah disiap siagakan guna memberi perhatian dan antisipasi berkaitan penyebaran terorisme ISIS.

Ketua KPU Kota Semarang, Hendri Cassandra Gulton yang akrab di sapa Nanda, menanggapi soal ancaman terorisme yang berkemungkinan  bersinggungan dengan penyelenggara Pilkada Serentak 2020, KPU mengatakan di Kota Semarang tak ada masalah atau kejadian yang menonjol kaitanya dengan ancaman dan terorisme.

"Saya kira dalam Polri khususnya Polda Jawa Tengah sudah banyak mengambil peran untuk melakukan mitigasi masalah dan melakukan pencegahan sehingga sejauh ini sepenglihatan kami khususnya di Kota Semarang tidak ada problem yang berarti yang berkaitan dengan ancaman terkait tentang terorisme." ungkap Nanda.

KPU telah melakukan menghimbau kepada seluruh pihak agar mematuhi arahan dari Komisi RI untuk tetap bisa sportif dan menjaga mekanisme aturan sehingga percikan-percikan yang nantinya menimbulkan kekerasan atau terorisme dalam Pilkada Serentak 2020  ini tak terjadi.

Selain mengantisipasi timbulnya terorisme, di lain pihak Polda Jawa Tengah menjamin kenyamanan masyarakat dengan memastikan anggota yang diterjunkan pada Pilkada telah sehat dan tak terpapar Covid dengan cara di Swab, ini sebagai upaya dari institusi polri dalam upaya untuk mencegah percepatan penyebaran Covid-19. (MBP-DJOKO W)

Komjen Listyo Sigit Alumni Yang Peduli Guru Dengan Sekolahnya

Bhayangkara Perdana News Bali, JAKARTA --Wakil Kepala Humas SMAN 8 Yogyakarta Nunik Sri Ritasari mengungkap, sosok calon Kapolri Komjen List...