Minggu, 20 Mei 2018

Forkopinda Wonogiri Hadiri Upacara Harkitnas Ke-110 Tahun 2018


Wonogiri,  Pelaksanaan kegiatan upacara bendera dilaksanakan di Giri Krida Bakti Kab.  Wonogiri dalam rangka Memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-110 Tahun 2018 yang dihadiri oleh kurang lebih 500 orang.

Hadir dalam upacara tersebut Bupati wonogiri Joko Sutopo, Edy Santosa Wakil Bupati  Wonogiri, Ketua DPRD Wonogiri Setyo Sukarno, Dandim 0728/wonogiri Letkol Inf M.Heri Amrrulloh, S.Sos., M.H, Kapolres Wonogiri AKBP Roberto Pardede, S.IK., Ketua Pengadilan Negeri wonogiri Mohammad Istiadi, SH, MH., Kepala kejaksaan negeri Wonogiri Dodi Budi Kelana SH.MH., Kepala pengadilan agama Wonogiri Drs.H.Suwoto SH.MH., Kepala Kemenag Wonogiri  Drs. H. Subaidi, MSI.

Pasukan upacara terdiri dari Satu SST Ba.Ta bersenjata Kodim 0728/Wng, Satu SST Sabhara,Propam, Babinkamtipnas Polres Wonogiri, Satu SST gabungan PGRI Wonogiri, Satu  SST gabungan Pns Depag,Pns Polri, Pns Inspektorat, Satu  SST gabungan Dishub, Linmas, Damkar, Satu  SST gabungan Banser, Kokam, Satu regu korsik polres wonogiri.

Amanat Menteri Informasi dan Komunikasi RI yang (dibacakan oleh  ispektur upacara  Bupati Wonogiri)

"Ketika rakyat berinisiatif untuk berjuang demi meraih kemerdekaan dengan
membentuk berbagai perkumpulan, lebih dari seabad lalu, kita nyaris tak punya apa-apa. Kita hanya memiliki semangat dalam jiwa dan kesiapan mempeftaruhkan nyawa.
Namun sejarah kemudian membuktikan bahwa semangat dan komitmen itu saja telah
cukup, asalkan kita bersatu dalam cita-cita yang sama, kemerdekaan bangsa.
Bersatu, adalah kata kunci ketika kita ingin menggapai cita-cita yang sangat
mulia namun pada saat yang sama tantangan yang mahakuat menghadang di depan".

Boedi Oetomo menjadi salah satu penanda utama bahwa bangsa Indonesia
untuk pertama kali menyadari pentingnya persatuan dan kesatuan. Presiden Pertama
dan Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, Soekarno, pada peringatan Hari
Kebangkitan Nasional tahun 1952 mengatakan bahwa: "Pada hari itu kita mulai
memasuki satu cara baru untuk melaksanakan satu 'ide', satu naluri pokok dari pada
bangsa Indonesia.
Naluri pokok ingin merdeka, naluri pokok ingin hidup berharkat
sebagai manusia dan sebagai bangsa. Cara baru itu ialah cara mengejar sesuatu
maksud dengan alat organisasi politik, cara berjuang dengan perserikatan dan perhimpunan politik, cara berjuang dengan tenaga persatuan".

Dengan segala keterbatasan sarana dan prasarana saat
itu, mereka terus menghidup-hidupi api nasionalisme dalam diri masing-masing. Seratus sepuluh tahun kemudian bangsa ini telah tumbuh menjadi bangsa yang
besar dan maju, sejajar dengan bangsa-bangsa lain. Meski belum sepenuhnya
sempurna, rakyatnya telah menikmati hasil perjuangan para pahlawannya berupa meningkatnya perekonomian, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya. Keringat dan
darah pendahulu bangsa telah menjelma menjadi hamparan permadani perikehidupan
yang nyaman dalam rengkuhan kelambu kemerdekaan.

Butir kelima dari Nawacita Kabinet Presiden loko Widodo dan Wakil Presiden
Jusuf Kalla berisi visi untuk meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui
peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan. Pada awal tahun ini, visi tersebut
mendapat penekanan lebih melalui amanat Presiden Joko Widodo yang menyatakan
bahwa pemerintah akan meningkatkan pembangunan sumber daya manusia (SDM)
pada tahun 2019, melanjutkan percepatan pembangunan infrastruKur yang menjadi
fokus pada tahun-tahun sebelumnya. Melalui pembangunan manusia yang terampil dan
terdidik, pemerintah ingin meningkatkan daya saing ekonomi dan secara simultan
meningkatkan kapasitas sumber daya manusianya.

Kekayaan alam merupakan sumber daya yang terbatas. Butuh segudang
prasyarat untuk bisa dieksploitasi, dan selalu ada limit untuk menggenjot pemanfaatannya. Sedangkan sumber daya manusia kita menyediakan kapasitas dan
kapabilitas yang sangat luas untuk dikembangkan. Kebangkitan sumber daya manusia

Indonesia secara bersama-sama dan kompak, tanpa terdistraksi oleh godaan-godaan yang kontraproduktif, akan membawa kepada kejayaan bangsa, selain secara
otomatis bagi individu-individunya sendiri.
Oleh sebab itu tema "PEMBANGUNAN SUMBER DAYA MANUSIA MEMPERKUAT
PONDASI KEBANGKIIAN NASIONAL INDONESIA DALAM ERA DIGMAL" dalam
peringatan Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2018, ini harus dimaknai dengan upaya-upaya penyadaran setiap masyarakat Indonesia, untuk mengembangkan diri dan
merebut setiap peluang untuk meningkatkan kapasitas diri yang dibuka oleh berbagai
pihak, baik oleh pemerintah, badan usaha, maupun masyarakat sendiri.

Pengembangan kapasitas sumber daya manusia juga harus diletakkan dalam konteks
pemerataan dalam pengertian kewilayahan, agar bangsa ini bangkit secara bersama-sama dalam kerangka kebangsaan Indonesia.
Saudari-saudara sebangsa dan setanah-air,
Bung Karno juga menggambarkan persatuan bangsa seperti layaknya sapu lidi.
jika tidak diikat, maka lidi tersebut akan tercerai berai, tidak berguna dan mudah
dipatahkan. Tetapi jikalau lidi-lidi itu digabungkan, diikat menjadi sapu, mana ada
manusia bisa mematahkan sapu lidi yang sudah terikat.

Padahal inilah masa yang sangat menentukan bagi kita. Inilah era yang
menuntut kita untuk tidak buang-buang waktu demi mengejar ketetinggalan dengan
bangsa-bangsa lain. Momentum sekarang ini menuntut kita untuk tidak buang-buang
energi untuk bertikai dan lebih fokus pada pendidikan dan pengembangan manusia
Indonesia se utuhnya.
Oleh sebab itu Bapak Presiden Joko Widodo dalam berbagaikesempatan selalu
mendorong dunia pendidikan, bekerja sama dengan industri dan bisnis, untuk mencari
terobosan-terobosan baru dalam pendidikan vokasi. Jurusan-jurusan baru, baik di
tingkat pendidikan tinggi maupun juga di tingkat menengah, yang berkaitan dengan
keahlian dan ilmu terapan, harus selalu diciptakan untuk memasok industri akan tenaga
terampil yang siap kerja.
Saudari-saudara sebangsa dan setanah-air,
"Generasi bonus demografi" yang kebetulan juga beririsan dengan "generasi
millenial" kita tersebut, pada saat yang sama, juga terpapar oleh massifnya
perkembangan teknologi, terutama teknologi digital.

Alhamdulillah, kita mencatat bahwa tak sedikit anak muda kreatif yang mampu
menaklukkan gelombang digitalisasi dengan cara mencari berkah di dalamnya. Internet,
media sosial, situs web, layanan multimedia aplikasi ponsel, mereka jadikan ladang
baru buat berkarya, dan pasar yang menjanjikan bagi kreativitas. Banyak kreator
konten dan pengembang aplikasi Indonesia yang mendunia, mendapatkan apresiasi
baik material maupun non-material.

Saudari-saudara sebangsa dan setanah-air,
Dulu kita bisa, dengan keterbatasan akses pengetahuan dan informasi, dengan
keterbatasan teknologi untuk berkomunikasi, berhimpun dan menyatukan pikiran untuk memperjuangkan kedaulatan bangsa. Seharusnya sekarang kita juga bisa, sepikul
berdua, menjaga dunia yang serbadigital ini, agar menjadi wadah yang kondusif bagi perkembangan budi pekerti, yang seimbang dengan pengetahuan dan keterampilan
generasi penerus kita.
"Selamat Hari Kebangkitan Nasional ke-110".

Mari kita maknai peringatan tahun ini di
lingkungan kita masing-masing, sesuai lingkup tugas kita masing-masing, untuk
semaksimal mungkin memfasilitasi peningkatan kapasitas sumber daya manusia,
terutama generasi muda, yang akan membawa kepada kejayaan bangsa ditahun-tahun
mendatang.Bangkit Indonesia. (Anang
S).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komjen Listyo Sigit Alumni Yang Peduli Guru Dengan Sekolahnya

Bhayangkara Perdana News Bali, JAKARTA --Wakil Kepala Humas SMAN 8 Yogyakarta Nunik Sri Ritasari mengungkap, sosok calon Kapolri Komjen List...