Kamis, 06 Desember 2018

KISAH ASMARA TUKYM DAN SDIM



Cilacap, Kisah asmara Tukym-janda beranak 3 (tiga),warga masyarakat desa Paketingan-RT.02-RW.04-Kec. Sampang Kab.Cilacap-Jawa Tengah dengan SDIM, lelaki satu kampung beranak satu-kian di sorot tajam dan di sesalkan banyak pihak, pasalnya selain secara hukum SDIM masih berstatus suami orang-terlebih di duga akibat -"PEKAK dan BEBALNYA"- integritas moral keduanya, justru seiring berjalanya waktu, mereka sudah tidak lagi mengindahkan ETIKA-NORMA dan HUKUM yang ada dan berlaku di masyarakat, bangsa dan negri ini-terbukti dalam beberapa hari terakhir ini mereka berdua-"KUMPUL KEBO"-(hidup bersama dalam satu rumah tanpa ikatan perkawinan).

Ironisnya para tokoh masyarakat desa tsb-baik dari unsur pemuda, tokoh ulama bahkan pemerintah desapun terkesan tutup mata dan telinga-bahkan seolah melakukan pembiaran atas segala perilakunya-terbukti ktika di konfirmasi STEVANUS, selaku Kepala Dusun di wilayah tersebut, selain terkesan emosional,paling benar, paling pintar dan tidak bersahabat dengan awak media ini-bahkan pernyataanyapun sangat tendensius membela warganya yang berperilaku menyimpang dari aspek hukum manapun."memang benar keduanya dalam satu minggu ini hidup bersama satu rumah-namun ketika saya tegur-keduanya baik SDIM dan TUKYM beritikad baik tuk langsung menikah pasca surat DUDA-nya keluar-"katanya seraya menirukan ucapan SDIM ketika didesak terkait pertanggung jawaban atas perilakunya-"asal surat duda saya keluar,maka kami langsung menikah."kata sdim waktu itu

Lebih lanjut Stevanus menambahkan, jika atas dalih itulah-maka saya atas nama pemerintah desa, tidak bisa melakukan tindakan apapun, apalagi sampai frontal melakukan penggrebegan-terlebih dalam beberapa hari terakhir ini, intensitas pencurian di wilayahnya cukup tinggi-sehingga berdalih  menjaga hewan peliharaanya yang di nilai cukup banyak-perilaku keduanya bisa di maklumi dan di anggap tidak ada masalah."pungkasnya.

Untuk itulah Stevanus selaku kepala wilayah tentunya harus melakukan upaya preventif-sehingga perilaku keduanya tidak terjadi apalagi di biarkan mengingat dengan DALIH dan ALASAN apapun-sepanjang mereka berdua tetap melakukan tindakan yang mencoreng etika, norma dan hukum yang ada dan berlaku di masyarakat maka tetap saja dirinya berikut dengan para tokoh masyarakat, pemerintah desa dan seluruh elemen yang ada dan berkembang di desa tersebut-terbukti telah melakukan pembiaran terkait dugaan kumpul kebo,perselingkuhan dan perzinaan-sehingga layak di pertanyakan-"di manakah jaminan kepastian hukum yang mestinya di wujudkan bagi masyarakat."--

Terlebih jika hubungan asmara keduanya sudah berlangsung lama-bahkan tatkala Tukym masih bersuami-sebagaimana di sampaikan oleh Mugiono-yang waktu itu menjabat selaku Poldes dan sekaligus tokoh pemuda di wilayah tsb-"hubungan asmara keduanya sudah lama-ketika suami pihak perempuan masih hidup-makanya dulu saya berikut beberapa tokoh masyarakat di wilayahnya-sempat menggerebeg keduanya."katanya seraya menambahkan."hanya waktu itu oleh suami berikut keluarganya di tahan,berdalih seringnya SDIM datang kerumahnya hanya sebatas membantu pekerjaanya."katanya.

Ironisnya ketika di konfirmasi di rumahnya RASAM selaku kepala desa Paketingan-justru secara tegas menyatakan.-"sampai sekarang, saya tidak tahu terkait kasus tersebut-karena selama ini tidak ada lampiran baik dari RT maupun perangkat desanya."paparnya.

Lebih lanjut Rasam mengharapkan agar mestinya masalah itu harus segera di selesaikan di tingkat kadus-dan bilamana Kadus tidak mampu mestinya lapor ke saya selaku Kepala desa-agar kami dari pihak desa melakukan kordinasi dengan pihak terkait tuk menyelesaikan perkara yang memalukan dan sekaligus mencoreng kredibilitas dan harga diri desa.-"pungkasnya.

Namun ketika di konfirmasi di rumahnya-keduanya-seolah merasa tidak bersalah sedikitpun berdalih."orang lain di desa ini-banyak yg melakukan tindakan seperti kami-namun,selama ini,aman-aman saja."katanya seraya menambahkan."apalagi kami beritikad baik-langsung menikah tatkala surat dudanya keluar."paparnya.
Lebih lanjut keduanya mengakui kebenaranya jika mereka telah menjalin kisah asmaranya sudah cukup lama-bahkan dalam l (satu) minggu terakhir ini-kami hidup satu rumah-mengingat banyaknya aktifitas pekerjaan sebagai pedagang-terlebih di wilayahnya sekarang sering terjadi pencurian shg sekaligus menjaga keamanan atas banyaknya hewan peliharaan."timpalnya seraya menantang agar perilaku dan kisah asmaranya di publikasikan."silahkan di angkat beritanya-toh kami juga tetap aman dan tidak ada masalah."pungkasnya.(MBP-Suliyo)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komjen Listyo Sigit Alumni Yang Peduli Guru Dengan Sekolahnya

Bhayangkara Perdana News Bali, JAKARTA --Wakil Kepala Humas SMAN 8 Yogyakarta Nunik Sri Ritasari mengungkap, sosok calon Kapolri Komjen List...