Kamis, 13 Juni 2019

PETANI GARAM MINTA PERHATIAN PEMERINTAH DAERAH BUAT NORMALISASI AIR LAUT


BIREUEN MBP NEWS, Produksi garam tradisional di desa tanoh anoe kecamatan jangka kabupaten bireuen menurun akibat kekurangan pasokan air laut,hal ini telah terjadi sejak tiga tahun yang lalu.


Selama tiga tahun ini para petani garam tradisional terpaksa menggunakan air bawah laut dengan menggali sumur bor,padahal menggunakan air sumur bor jumlah produksi garam menurun jika di bandingkan dengan menggunakan air laut.

Kurrataini yusuf petani garam mengatakan kepada wartawan kamis 13/06/2019,produksi garam dengan menggunaka air  laut hasilnya lebih banyak jika di bandingkan dengan menggunakan air sumur bor,proses memasaknyapun lebih singkat jika menggunakan air laut,begitu juga dengan hasilnya juga lebih bersih.

Masih Kurrataini Yusuf,"Jika menggunakan biomembran proses memasak garam dengan air pasang laut dalam satu tuner sudah menghemat anggaran mencapai sepuluh juta rupiah dalam sekali proses pembuatan garam,"ungkapnya 

Ia mengharapkan agar pemerintah daerah untuk segera melakukan normalisasi saluran pemasok air laut sepanjang tiga kilo meter,di mulai dari kuala jangka menuju ke arah dapur petani garam yang terletak di desa tanoh anoe,agar hasil produksi garam dari petani tradisional lebih bagus dan lebih banyak.(MBP Jufri)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komjen Listyo Sigit Alumni Yang Peduli Guru Dengan Sekolahnya

Bhayangkara Perdana News Bali, JAKARTA --Wakil Kepala Humas SMAN 8 Yogyakarta Nunik Sri Ritasari mengungkap, sosok calon Kapolri Komjen List...