Rabu, 17 Juli 2019
Pasaman Merugi,! Sekitar 17M Lebih DAK kembali Ke Pusat
PASAMAN MBP-NEWS, Akibat gagal lelang,! Dana DAK Anggaran Tahun 2019 Kabupaten Pasaman Senilai 17M lebih Kembali ke Pusat, Pasaman- Sumatra Barat Rabu, 17 juli 2019.
MBP -news Pasaman, Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman tampaknya terpaksa harus mengembalikan dana alokasi khusus (DAK) sekitar Rp.17miliar lebih ke Pemerintah Pusat. Pengembalian DAK 2019 tersebut lantaran ada belasan paket kegiatan konstruksi yang gagal lelang.
Informasi yang dirangkum awak media melalui webside, lpse.pasamankab.go.idbahwa ada belasan paket kegiatan DAK 2019 yang batal tender sehingga gagal terkontrak dengan total dana keseluruhan lebih Rp. 17 .210.981.610miliar.
“Ya benar, ada belasan paket pekerjaan yang bersumber dari DAK 2019 gagal tender. Belasan paket pekerjaan tersebut, terdapat di beberapa instansi pemerintahan yakni, pada Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Dinas Kesehatan, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata, serta Dinas Perindustrian Perdagangan dan Tenaga Kerja,” ujar Bujang saja Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa pada awak media (17/7:/2019).Diruangan kerjanya.
Dijelaskan Kepala Bagian (Kabag) ULP Pasaman Bujang mengatakan, pada Bidang Cipta Karya Dinas PUTR Pasaman kegiatan fisik yang mengalami gagal lelang itu sebanyak 10 paket dengan dana sekitar Rp.5,4 miliar.
Selanjutnya, pada Dinas Kesehatan sebanyak 3 paket kegiatan gagal lelang dengan jumlah dana sebesar Rp.8,5 miliar. Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata sebanyak 2 paket dengan dana sebesar Rp.692.556.000.
Kemudian, kata Bujang pada Dinas Perindustrian Perdagangan dan Tenaga Kerja Pasaman sebanyak 2 paket kegiatan fisik yang mengalami gagal lelang dengan jumlah dana sebesar Rp. 2.575.000.000.
“Akibat gagal lelang tersebut, Alhasil, uang dari DAK 2019 sekitar Rp puluhan miliar itu terancam kembali ke kas negara, sebab sampai batas waktu pencairan dana DAK hanya pertanggal 21 Juli 2019 mendatang. Mengingat tengat waktu dana DAK harus terkontrak paling lambat tanggal 21 Juli 2019 sudah harus terkontrak dan permintaan pencairan dananya sudah diajukan ke KPKN, kita yakin dana DAK tersebut akan kembali ke negara.
Bujang menyebutkan, adapun tahapan proses lelang paket kegiatan DAK 2019 itu, pengumuman lelangnya dimulai pihak ULP Pasaman pada, Jum’at tanggal 31 Mei 2019 lalu. Selanjutnya, Proses Aanwizing dilakukan pada tanggal 10 Juni 2019 lalu. Kemudian, pembukaan penawaran dilakukan pada 14 Juni 2019. “Dalam pembukaan penawaran itu, setelah panitia lelang melakukan evaluasi banyak terdapat kekurangan bahan dari pihak rekanan pada saat memasukkan penawaran. Padahal persyaratan tersebut sangat mendukung dalam proses lelang bagi rekanan,” ujarnya.
Karena keseluruhan paket itu tidak ada yang memenuhi persyaratan, makanya hasil evaluasi penawaran kita kembalikan lagi ke masing-masing SKPD terkait yakni pada tanggal 1 Juli 2019 kemarin.
Lebih jauh disampaikannya, menyikapi permasalahan tersebut pihaknya bersama Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUTR Pasaman juga sudah pergi ke Lembaga Kebijakan Pengadaan Pemerintah (LKPP) di Jakarta, untuk mencari solusi bagaimana mencari jalan keluar masalah dana DAK yang gagal lelang tersebut. “Dari koordinasi kita dengan LKPP, kita dapat bahwa belum ada aturan yang mengatur tentang lelang cepat DAK dari kegiatan fisik tersebut. Yang ada diatur hanya lelang cepat untuk pengadaan barang dan jasa,” ujarnya
Ditambahkan Bujang,khusus pengadaan barang ,sekarang dalam proses lelang cepat ,pada hari ini sedang tayang (17-7-2019..)Dananya Rp.8,8 milyar.ujar Kabag)
Bakhtiar Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUTR Pasaman saat dikonfirmasikan awak media melalui Telpon Selulernya, Rabu (17/7/2019)membenarkan gagal lelangnya paket DAK di bidangnya senilai Rp5,4 milyar lebih.
“Ada sekitar 10 paket kegiatan fisik yang bersumber dari DAK di bidang Cipta Karya Dinas PUTR ini gagal tender. Dengan jumlah dana keseluruhan sebesar Rp5,4 miliar lebih. Kebanyakan 10 paket kegiatan yang gagal tender itu merupakan kegiatan pengembangan jaringan perpipaan SPAM,” ujarnya.
Adapun 10 peket kegiatan yang gagal lelang itu adalah, pengembangan jaringan perpipaan SPAM jorong Muaro Mangguang Nagari Tanjung Beringin Kec Lubuksikaping dengan dana sebesar Rp525 juta, pembangunan jaringan perpipaan SPAM Jorong Sipa Rayo Nagari Malampah Kec Tigonagari sekitar Rp1,1 miliar, pengembangan jaringan perpipaan SPAM Jorong Sungai Lolo Nagari Muaro Sei Lolo Kec Mapattunggul Selatan sekitar Rp1 miliar, pengembangan jaringan perpipaan SPAM Mudiak Air Nagari Panti Timur Kec Panti sekitar Rp246 juta, pengembangan jaringan perpipaan SPAM nagari persuapan Tarung-tarung Kec Rao sekitar Rp364 juta.
Selanjutnya, pengembangan jaringan perpipaan SPAM di Kp Padang Ranjau Nagari Binjai Kec Tigonagari sekitar Rp279 juta, pengembangan jaringan perpipaan SPAM di Jorong Guo Siayuang Kec Mapattunggul sekitar Rp288 juta, peningkatan kapasitas SPAM di Soma Nagari Muaro Tais Kec Mapattunggul sekitar Rp380 juta, peningkatan kapasitas SPAM di Kp Ladang Rimbo Nagari Malampah Kec Tigonagari sekitar Rp510 juta,
Serta peningkatan kapasitas SPAM di Jorong Mapun Kec Lubuksikaping sekitar Rp713 juta.
Dijelaskan, 10 paket kegiatan fisik di bidang CK Dinas PUTR tersebut sudah dilelang sebanyak satu kali namun semuanya gagal tender karena persyaratan dokumen yang diajukan penyedia tidak ada yang sesuai. Kemudian, ketika pihak ULP hendak melakukan lelang ulang untuk kedua kalinya. Namun waktu lelang sudah tidak lagi dimungkinkan. ‘’Lelang ke dua kali rencananya akan dilakukan tapi waktu lelangnya yang tidak bisa. Karena deadline DAK itu 21 Juli sudah ada kontrak nya, sudah ada pemenangnya,” pungkasnya.
Hal senada juga disampaikan oleh, Jonneri Masli selaku Sekretaris Dinas Kesehatan Pasaman keika dikonfirmasikan Awak Media Melalui Telpon selulernya Rabu (17/72019) . Ia juga membenarkan, bahwa ada tida paket kegiatan fisik di Dinkes bersumber dari DAK 2019 sekitar Rp.8,5 milyar juga gagal lelang.
“Tiga peket kegiatan gagal lelang itu adalah, rehab berat gedung Labkesda sekitar Rp.3 miliar, penambahan ruangan puskesmas Pintu Padang Kecamatan Mapattunggul sebesar Rp.2 miliar, serta pembangunan puskesmas baru Malampah kecamatan Tigo Nagari sebesar Rp.3,5 miliar,” terangnya.
Asisten II Bidang Pembangunan ,saat dikonfirmasokan Awak Media ,
beberapa hari lalu di Lubuksikaping mengatakan, terkait kegiatan DAK yang gagal tender tersebut, dirinya bersama Sekda, pihak ULP Pasaman, dan OPD terkait telah melakukan koordinasi. “Permasalahan DAK yang terancam gagal lelang tersebut telah kita koordinasikan bersama di ruang pak Sekda,” katanya.
Banyak pihak yang menyesalkan tidak bisa dimanfaatkannya DAK 2019 itu, apalagi akan digunakan untuk pembangunan sarana dan prasarana di daerah terutama di bidang air bersih, bidang kesehatan, bidang pariwisata yang sudah diprogramkan oleh masing-masing OPD di dierah itu.
“Terlalu lama proses perencanaan dari OPD yang mendapatkan proyek. Semula pada awal tahun lalu Bupati menargetkan bahwa proyek awal April sudah di lelang namun baru Mei 2019 kemarin perencanaan dan RAB kegiatan baru masuk ke ULP Pasaman sehingga batas waktu terkontrak DAK pun sudah mendesak,” kata Seorang Kontraktor yang tak mau disebut namanya.
Hal senada juga disampaikan oleh salah seorang tokoh masyarakat Pasaman yang juga engan disebutkan namanya mengatakan, terkait gagal lelangnya paket kegiatan DAK 2019 di daerah ini, salah satunya disebabkan karena tidak singkronnya dalam penyusunan perencanaan, atau sistem perencanaan yang tidak terpadu antara penyediaan fisik dengan biaya perencanaan.
Selanjutnya, masalah persoalan waktu perencanaan. Waktu perencanaan ini merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan proyek. “Semisal contoh proyek DAK, DIPA diterbitkan bulan Maret, mustahil proyek tender bisa dilaksanakan bulan Mei, karena perencanaan belum ada atau selesai. Seyogyanya, perencanaan itu dilaksanakan pada tahun sebelumnya,” ujarnya.
Katanya yang terpenting adalah, tidak sinerginya antara perencanaan tata ruang dengan perencanaan pembangunan. Kemudian, yang terakhir, Pemda Pasaman dinilai kurang aspiratif menanggapi kondisi apa yang sebenarnya terjadi di lapangan (MBP-News /Amri Masta )
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Komjen Listyo Sigit Alumni Yang Peduli Guru Dengan Sekolahnya
Bhayangkara Perdana News Bali, JAKARTA --Wakil Kepala Humas SMAN 8 Yogyakarta Nunik Sri Ritasari mengungkap, sosok calon Kapolri Komjen List...
-
DEMAK MBP-News , Demak AKBP Maesa Soegriwa, S.I.K bertindak sebagai Inspektur Upacara pada upacara penurunan bendera Merah Putih dalam r...
-
PASAMAN MBP-NEWS, Siaran Pers, Forum Anak Nagari Panti Selatan akan terus melanjutkan ke tahap selanjutnya Terkait Dugaan Nepotisme, u...
-
BOGOR MBP-News , Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Polisi Lalu Lintas ke 63, Satuan Lalu Lintas Polres Bogor menggelar kegiatan Ba...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar