Kepulauan Seribu, MBP-News.Com, Kepolisian mewaspadai paham radikalisme masuk ke sekolah melalui berbagai cara. Hal tersebut bisa merusak psikologis pelajar karena di usia remaja kondisi kejiwaannya labil dan masih mencari jati diri.
“Sekolah memang rentan disusupi paham radikalisme, sehingga ini menjadi tanggung jawab kita semua dan kami sebagai aparat kepolisian memperketat ruang gerak penyebar paham radikalisme agar tidak mengkontaminasi masyarakat khususnya pelajar,” kata Sat Binmas Polres Kepulauan Seribu (19/10/19).
“ Untuk antisipasi, kata Sat Binmas pihaknya gencar melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat dan pelajar seperti di MTsN 26 yang berada di pulau tidung kepulauan seribu selatan ini.
Dalam sosialisasi ke MTsN 26, anggota Sat Binmas Polres Kepulauan Seribu Brigadir Sandy menyampaikan kepada para pelajar untuk menggunakan prasarana medsos dengan baik dan bijak serta tidak terprovokasi konten-konten provokatif.
Karena adik-adik merupakan para generasi muda untuk tanggap dan waspada mengenai penyebaran paham radikalisme, karena paham ini mudah masuk kepada kita, contohnya melalui medsos, Untuk itu kami mengajak untuk lebih bijak dalam bermedsos, karena di medsos ini banyak tersebar konten radikal" ujar Anggota Sat Binmas Polres Kepulauan Seribu.
"Sosialisasi yang diikuti puluhan pelajar MTsN 26 ini untuk memberikan pemahaman terkait bagaimana pencegahan masuknya paham terlarang tersebut dan juga memberikan pengetahuan terkait lambang-lambang terlarang salah satunya lambang yang digunakan teroris atau organisasi radikal.
Ia mengatakan, pencegahan harus dilakukan sejak dini dan setiap pelajar pun harus bisa saling mengingatkan kepada rekannya serta sekolah harus berperan aktif dalam mengawasi aktivitas anak didiknya khususnya di sekolah.
Tidak hanya itu, keluarga pun menjadi benteng terdepan untuk mengawasi aktivitas dan teman bergaul anaknya. Iptu Zuhri ,SH mengatakan pelajar merupakan generasi harapan bangsa untuk menjaga bangsa ini. Maka dari itu, pihaknya akan paling depan menjaga pelajar agar tidak terpapar paham radikalisme, maupun terjerat kasus kriminal dan narkoba.(MBP/RR)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar