Selasa, 12 November 2019

PROGRAM PENDAMPINGAN PETANI BAWANG PUTIH DARI IMPORTIR BERSAMA ORMAS LSM AKTIFIS MASYARAKAT SEK-BER


KARANGANYAR .MBP-NEWS .Kelompok Tani Desa Trengguli, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah yang berjumlah 10 Kelompok Tani berhasil mendapat keuntungan dari kegiatan pendampingan kemitraan penanaman bawang putih antara importir dan petani dalam rangka memenuhi program pemerintah swasembada bawang putih varietas lumbu atau lokal.


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dinas Pertanian Kabupaten Karanganyar, Importir PT Sultan Synergi Propertindo Bogor, Para Kepala Desa, Babinsa Koramil Jenawi, Babinkamtibmas Polsek Jenawi, Ormas LSM Aktifis Masyarakat Sek-Ber (Sekretariat Bersama) Karanganyar serta 10 Ketua Kelompok Tani dari empat desa diantaranya Desa Lempong,  Anggasmanis, Trengguli dan Gumeng, pada Rabu (13/11/2019).


Kegiatan ini awalnya dimulai dari kemitraan yang dibangun dengan pihak importir, Dinas Pertanian dan Ormas LSM Aktifis Masyarakat Sek-Ber yang ikut mengawal serta mengawasi dalam menawarkan kerjasama budidaya bawang putih. Karena di Desa Trengguli ini budidaya bawang putih memiliki prospek yang bagus untuk dikembangkan.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Pertanian Karanganyar, Supram Naryo menghimbau kepada petani agar bisa memanfaatkan lahannya untuk ditanami bawang putih, karena lahan yang dimiliki para petani rata rata 1 ha bahkan ada yang lebih dengan jumlah total 84 ha, selanjutnya persiapan bibittya kalo bisa tanam baru atau tanam super.


"Agar tidak gagal panen para petani diharap bisa mengikuti petunjuk atau arahan dari Dinas atau Importir semoga para petani tidak gagal panen dan dapat menikmati hasil panennya baik dengan harga jual tinggi," jelas Supram Naryo.

Semoga target harga jualnya bisa diatas Rp 10.000,- syukur bisa mencapai Rp 15.000,- dihitung dari harga jual konsumsi, karena pada saat ini harga bibit bawang putih mencapai Rp 55.000,- per kilonya, apalagi jika petani bisa mengeringkan 3-4 bulan hasilnya akan meningkat dibanding jual harga konsumsi.

Anggota kelompok tani akan mendapatkan subsidi bibit bawang putih dari importir 500 kg per I ha lahan dan Saprodi (pupuk) jika di uangkan sebesar 15 juta untuk pemeliharaan .

Terpisah menurut informasi, di desa Trengguli ini mayoritas masyarakatnya bercocok tanam yaitu Ketela, jagung ,wortel untuk itu melalui program ini pihak importir diwajibkan bermitra dengan petani dan kelompok tani harus mendapat pantauan dari dinas Pertanian melalui Ormas LSM Aktifis Masyarakat Sek- Ber untuk mengawal kegiatan ini agar harga jual bisa terkondisikan  sehingga petani tidak rugi .

" Saya bersama Dinas Pertanian, Importir dan LSM datang ditempat ini untuk mensosialisasikan program kerjasama budidaya bawang putih kepada beberapa kelompok tani se Kecamatan Jenawi, mengingat lahan didaerah sini sangatlah cocok dan produktif untuk ditanami bawang putih," kata Kades Trengguli Suhardono.

Setelah sosialisasi, menghitung-hitung perkiraan hasil yang akan didapat. Menurutnya lumayan dan akan sangat menguntungkan. Terlebih ada kesepakatan bantuan benih dan uang saprodi serta bagi hasil panen yang menarik. Petani dapat 70 persen, 30 persennya untuk investor. Dengan hitungan ini paea Ketua kelompok sepakat menjalin kerjasama.

"PT Sultan Sinergi Bogor berharap agar Kabupaten Karanganyar bisa menjadi swasembada bawang putih dan bisa menjadi senter bibit bawang putih Nasional, secara otomatis harga bibit mahal dan petani ada peningkatan kesejahteraan," Imbuh Darmadi Sp MP

Sebagian dari hasil panen yang menjadi haknya, ia jadikan bibit untuk pengembangan budidaya bawang putih selanjutnya . Rumahnya pun dijadikan lokasi penangkaran bibit.

“Karena bibit sekarang kan sedikit, hasil panen mau saya jadikan bibit yang banyak ke depannya ingin jadi penangkar”, tambah Darmadi.

Untuk itu dia berharap ke depannya pemerintah tetap membantu petani seperti yang selama ini sudah dilakukan.

Kerjasama dengan investor terbatas, jadi kalau bisa pemerintah tetap ada bantuan seperti yang sudah kami terima selama ini, seperti bibit, pupuk,alcon dan cultivator. Sebagai ketua kelompok saya tidak ingin monopoli dan maju sendiri tapi semua petani di kelompok kami harus bisa maju.

“Sinergi antara Pemerintah dan petani sudah berjalan optimal. Kementrian Pertanian (Kementan) berkomitmen terus menjaga amanah yang diberikan masyarakat. Selama Pemerintahan Jokowi-JK, sejak tahun 2014, Pemerintah terus berupaya mengangkat derajat para petani sedangkan Kementrian Pertanian (Kementan) siap maksimalkan bantuan dan anggaran," Pungkas Agus Melik(MBP-NEWS//Agus p).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komjen Listyo Sigit Alumni Yang Peduli Guru Dengan Sekolahnya

Bhayangkara Perdana News Bali, JAKARTA --Wakil Kepala Humas SMAN 8 Yogyakarta Nunik Sri Ritasari mengungkap, sosok calon Kapolri Komjen List...