MBP -News Aceh Singkil, Sekitar Ratusan Masyarakat Desa Butar Kecamatan Kota Baharu Kabupaten Aceh Singkil, berbondong- bondong Menuju Kantor Camat guna untuk meminta Kepala desa /PJ (NURAINI) untuk di ganti.Senin (26/12/2019).
Dari ungkapan Masyarakat ini menyatakan bahwa PJ mereka saat ini kurang aktif dan kurang berfungsi dengan baik dikarenakan PJ kepala kampung Butar yang tidak mampu membentuk pemerintahan dan adat istiadat kampung karena pemimpinnya bukanlah orang yang bertempat tinggal di desa Butar, hal inilah yang membuat kampung Butar sangat di rugikan.
Salah satu warga sebut saja namanya Pajri mengatakan ke MBP-News Aceh Singkil, "Semenjak ditetapkan nya PLT kampung Butar yang bersangkutan membuat kebijakan aneh dalam menjalankan roda Pemerintahan kampung Butar .Diantaranya:
a).membuat keputusan sendiri tanpa melibatkan unsur Pemerintahan kampung seperti BPK, Kaur ,Serta tokoh- tokoh masyarakat.
b).memberhentikan perangkat kampung tanpa ada alasan yang dapat dibenarkan di antara namanya Aman Limbong ,Pajri dan pengurus-pengurus BUMK kampung Butar dan masih banyak permasalahan lainnya yang sangat berkesenjangam dengan peraturan pemerintahan.
a).membuat keputusan sendiri tanpa melibatkan unsur Pemerintahan kampung seperti BPK, Kaur ,Serta tokoh- tokoh masyarakat.
b).memberhentikan perangkat kampung tanpa ada alasan yang dapat dibenarkan di antara namanya Aman Limbong ,Pajri dan pengurus-pengurus BUMK kampung Butar dan masih banyak permasalahan lainnya yang sangat berkesenjangam dengan peraturan pemerintahan.
Sukri salah satu warga Butar yang menyampaikan Aspirasinya di Aula Kantor Camat mengatakan ," Semenjak PJ menjabat mulai dari PLT Kepala Kampung Butar kami hancur ,isu berkembang tidak ada bagusnya, lebih baik tidak ada PJ, Ujarnya secara lantang.
Tajok, masyarakat kampung Butar dalam menyampaikan Aspirasinya di hadapan perwakilan Camat kota Baharu
"Sudah dua kali kami mengadakan musyawarah di Desa ,tapi dua -dua nya tidak ada titik temunya (bubar tanpa kesimpulan) hal ini karena PJ tidak mampu menjadi pemimpin , hal ini membuat kami takut akan ada keributan antar masyarakat dengan PJ bila tidak segera di ganti.
"Sudah dua kali kami mengadakan musyawarah di Desa ,tapi dua -dua nya tidak ada titik temunya (bubar tanpa kesimpulan) hal ini karena PJ tidak mampu menjadi pemimpin , hal ini membuat kami takut akan ada keributan antar masyarakat dengan PJ bila tidak segera di ganti.
Terlihat Awaluddin ,SE, Kasi PMD, Erwin Siregar kasi Kesra, Nijar Mahrobi ,Staf kantor camat
Tanggapan dari kasi PMD menyampaikan," Hal ini kami terima ,namun belum bisa kami putuskan secara pasti berhubung camat dan sekretaris tidak berada di tempat.(Helvi D. manik / MBP-aceh singkil)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar