Rabu, 23 Mei 2018

Distanak Lampura Adakan Master Kir Daging Sapi atau Kerbau Jelang Idul Fitri


LAMPUNG UTARA, Pemerintah Kabupaten Lampung Utara akan mengadakan cek langsung kepasar di mana seperti biasanya tempat tempat penjual daging sapi atau daging  kerbau untuk nantinya di konsumsi masyarakat setempat agar nantinya masyarakat makan daging yang akan di belinya bisa di pastikan di konsumsi aman, hal ini di lakukan demi kesehatan keamanan kenyamanan dan menjaga hal hal yang tidak di inginkan yang akan mengakibatkan kerugian mayarakat

Untuk memastikan daging sapi atau kerbau yang akan dijual menjelang hari raya Idul Fitri 1439 H, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Lampung Utara, bersama Dinas Kesehatan, Lampung Utara, akan memeriksa kesehatan dan memantau serta memastikan daging nantinya tetap ada master kir daging.

Kepala Distanak Lampura Sofyan mengatakan, untuk memastikan daging sapi atau kerbau yang akan dijual menjelang hari raya, pihaknya akan turun bersama Dinas Kesehatan memeriksa kesehatan hewan yang akan dipotong menjelang lebaran.

“Nantinya tetap ada Master kir daging. Kita bersama tim dari Dinas Kesehatan akan turun ke bawah untuk memastikan sapi atau kerbau yang akan dipotong kondisinya sehat ataukah tidak. Pengawasan ke bawah juga kita lakukan untuk mencegah adanya pemotongan sapi betina yang produktif,” ujar Sofyan melalui sambungan telepon, Rabu (23/5/18).

Pengawasan ini dilaksanakan berdasarkan amanat Undang-Undang(UU) No 41/2014 tentang peternakan dan kesehatan hewan. Jangan sampai nantinya sapi betina produktif yang diharapkan dapat berkembang biak malah dipotong, papar Sopian, saat ini pihaknya juga bekerjasama dengan Polres Lampung Utara untuk mengawasi pemotongan sapi betina produktif.

“Saat ini kita masih tahap sosialisasi mengenai larangan sapi betina produktif dipotong. Setelah sosialisasi ini jika ada peternak yang melakukan pemotongan sapi betina produktif bisa mengambil tindakan,” jelas Sofyan.

Untuk itu Sofyan mengimbau kepada para pedagang daging agar menjual daging dengan kretria ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal)

Hal senada juga yang di sampaikan rekanya Efri dengan adanya rencana atau program Distanak menjelang saat nya tiba nanti.

Jangan sampai daging-daging yang dijual justri dicampur dengan daging yang tidak halal. Namun jika dilihat dari tahun-ke tahun hal ini tidak pernah terjadi di Lampura, untuk itu ia tak henti-henti mengingatkan kepada para pedagang agar berlaku jujur ”Selain itu para pedagang tidak boleh memanfaatkan situasi. Karena mau lebaran jadi harganya ditinggikan, ini tidak bisa. Karena pihak Dinas Perdagangan akan melakukan pengawasan, jadi harganya harus standar mengikuti harga pasar,”pungkasnya.(Karim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komjen Listyo Sigit Alumni Yang Peduli Guru Dengan Sekolahnya

Bhayangkara Perdana News Bali, JAKARTA --Wakil Kepala Humas SMAN 8 Yogyakarta Nunik Sri Ritasari mengungkap, sosok calon Kapolri Komjen List...