Sabtu, 10 Agustus 2019

Pelantikan Pengurus PEPADI Kendal Periode 2019 - 2024 Diwarnai Dengan Pagelaran Wayang Kulit Enam Dalang Remaja


MBP-NEWS KENDAL, Hiburan rakyat seperti pagelaran wayang kulit di kabupaten Kendal terus digalakkan yang istimewa dalam kegiatan ruwatan merti desa, sudah menjadi budaya dan tradisi turun temurun untuk menghalau hama perusak padi.

Pagelaran wayang kulit sebagai sarana pendidikan moral karena bukan sekedar hiburan tetapi juga sarana atau media untuk menyampaikan kepada masyarakat secara langsung melalui dalang yang bercerita yang memainkan wayang kulit yang sebenarnya merupakan simbul karakter manusia baik dan manusia jahat.

Perwujudan wayang kulit yang dihasilkan dari karya seni yang tinggi dihidupkan dalam cerita yang religi dan memiliki nilai sejarah ini menjadi landasan terbentuknya persatuan pedalangan Indonesia atau PEPADI hingga pada acara pelantikan kepengurusan PEPADI Kabupaten Kendal Periode 2019 - 2024 yang berlangsung pada Jumat malam (9/8/2019) di alun-alun Kendal menampilkan pula pagelaran wayang kulit yang dimainkan 6 dalang remaja dalam satu lakon "Babat Wono Wiso Marto" yang telah mendapatkan dukungan Pemkab. Kendal dan Sponsor Bank Jateng yang berharap dalam kepengurusan PEPADI Kendal yang baru ini menjadi motivator lahirnya bibit pedalangan remaja yang handal. Hal ini dikatakan bupati Kendal dr. Mirna Annisa, MSi dalam kata sambutannya yang disampaikan Pj Sekda Kendal Sugiyono yang berharap pula PEPADI untuk menjadi rumah budaya yang harus dirawat seperti eksistensi dalang bisa mendapat tempat di hati masyarakat.


Acara pelantikan PEPADI Kab. Kendal 2019 - 2024 yang menampilkan 6 dalang remaja yakni : Aluvia - Muh Rizky
Niken - Sutoro Hadi Busono dan pasangan Nakulo dengan Farchan ( satu kelir dua dalang) dengan durasi pementasan masing-masing 2 jam diharapkan untuk mendorong lahirnya generasi dalang-dalang muda yang berkualitas khususnya di kabupaten Kendal.

Wayang kulit sebagai warisan budaya bangsa Indonesia oleh Pemerintah dalam upaya pelestarian dan penghargaannya telah menetapkan 7 Nopember 2019 sebagai Hari Wayang Nasional. Dan pada hari itu di Jawa Tengah akan dilakukan serentak gelar wayang kulit di 35 kabupaten/kota. Hal ini disampaikan KGPH Untung Wiyono selaku ketua PEPADI Jawa Tengah dalam sambutannya saat melantik Pengurus PEPADI Kendal Perode 2019 - 2024 yang dihadiri Pejabat Forkompinda Kab. Kendal, Camat, Seniman dan warga masyarakat Kendal yang menyaksikan pagelaran wayang kulit yang menampilkan 6 dalang remaja dalam satu malam.( MBP-Anto)

1 komentar:

  1. Perlu jadi perhatian para dalang khususnya meyakinkan masyarakat bahwa kebangkitan dalang2 Kendal akan mampu memberikan mutu pedalangan yg berkwakitas sehingga layak menjadi tuan rumah dirumah sendiri.

    BalasHapus

Komjen Listyo Sigit Alumni Yang Peduli Guru Dengan Sekolahnya

Bhayangkara Perdana News Bali, JAKARTA --Wakil Kepala Humas SMAN 8 Yogyakarta Nunik Sri Ritasari mengungkap, sosok calon Kapolri Komjen List...