Bhayangkara Perdana News, Mbah Suki binti Reso (65), warga Desa Kasreman Rt 08 Rw 01, Kecamatan Rembang.
Hidup sebatang kara dan tidak mempunyai sanak saudara.
Rumah Mbah Suki di buatkan oleh Pemerintah desa dan warga Kasreman, anggarannya diambilkan dari dana bantuan bedah rumah dan Dia menempati tanah bengkok desa.
Pada Rabu (11/12/2019) kemarin
Sebagian wilayah di Rembang diguyur hujan deras yang disertai angin kencang. Banyak pohon yang tumbang dan salah satu rumah di Desa Kasreman RT 08 RW 01, Kecamatan Rembang roboh akibat kencangnya angin.
Sementara itu, Kapolsek Rembang Kota AKP Hariyanto, SH mengatakan rumah yang di tempati Mbah Suki roboh terhempas angin kemudian atas bantuan tetangga dan pihak kepolisian Mbah Suki di evakuasi dan dibawa kerumah tetangganya.
Menurut Kapolsek, Mbah Sarni (55) dan Mbah Suhati (55) warga Kasreman membantu Mbah Suki meyakini bahwa kondisinya dalam keadaan sehat. Kemudian Dia sekarang dipindahkan ke Panti jompo, desa Pandean, Rembang Kota.
Pada saat kejadian rumah Mbah Suki roboh, Dia tertimpa reruntuhan atap. Namun kondisinya baik dan sehat. Saat kejadian diperkirakan pukul 11.30 WIB," ucap Kapolsek Hariyanto saat ditemui di Polsek Kota, Kamis (12/12/2019)
Dia menambahkan rumah tinggal Mbah Suki dengan luas 3 X 6 meter dengan bahan bangunan terbuat dari kayu dan atap genting tanah. Dan diperkirakan kerugian material yang dialami Mbah Suki sebesar Rp 10 juta dan tidak ada korban jiwa," pungkas Kapolsek Rembang kota.
Untuk Rencana Pembangunan Rumah Mbah Suki saat ini masih belum ada kejelasan tergantung dari kepala desa dan warga Kasreman permasalahan tanah yang di tempati adalah tanah. Bengkok Desa.
Pungkas AKP Hariyanto SH Kapolsek Rembang Kota. (MBP-News Suparjan)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar